Bab 69-MJD 13

1640 Words

Ya Tuhaaan, aku harus balas apa? Akhirnya aku memutuskan untuk tidak membalasnya. Kulemparkan gawai ke atas kasur busa dan kubiarkan layarnya mati dengan sendirinya. Hari masih pagi. Namun tidak ada geliat semangat hari ini. Entahlah kenapa? Mungkin pikiranku terganggu atas pesan yang dikirimkan lelaki itu. Dwi Rama, sebetulnya dia adalah sosok ideal. Namun dalam waktu secepat ini aku bahkan belum bisa mengenali keinginanku sendiri di dunia baru ini. Apalagi bisa memutuskan perasaan ini akan berlabuh pada siapa? Aku berpindah ke ruang depan. Menyalakan televisi sambil memeluk bantal. Memantau berita tentang tajuk perekonomian negara dan industri strategies, tapi kho terasa hambar. Akhirnya aku merebahkan tubuhku, merasakan pegal-pegal pada kaki setelah perjalanan jauh tadi pagi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD