Butiran kristal pada gaun pengantin itu tampak berkilauan di bawah lampu sorot butik, Elara merasa seperti sedang mengenakan kain kafan yang sangat berat. Ia berdiri di depan cermin besar ruang ganti, menatap pantulan dirinya yang terbungkus gaun putih berpotongan mermaid yang menonjolkan lekuk tubuh secara sempurna. Petugas butik baru saja keluar untuk mengambilkan kerudung panjang, meninggalkan Elara sendirian di tengah keheningan ruang ganti yang dilapisi beludru mewah. Tangannya meraba perut secara refleks, mengingat hasil tes pagi tadi yang masih ia sembunyikan di dasar laci meja rias. Suara gesekan tirai tebal yang disingkap membuat Elara menoleh dengan cepat, mengira itu adalah petugas butik yang kembali membawa perlengkapan. Sosok yang muncul di balik tirai bukanlah wanita bersera

