Bab 18. Keluar di Dalam

1105 Words

Liam terkejut, tapi teriakan Bella membuatnya tak bisa berbuat banyak. Jika ia terus berteriak, semua orang akan terbangun. Ia merasakan desakan Bella yang kuat dan putus asa untuk membuktikan diri, untuk merebut kembali kendali yang ia rasa telah hilang. Tatapan Bella kini penuh api, api cemburu yang membakar, berusaha memadamkan bayangan Jelita dari benak Liam. “Ini yang kamu suka, Liam. Iya, kan, Sayang?” suara Bella bergetar, dominan, tapi terselip rasa sakit yang mendalam. Liam merasakan seluruh tubuhnya menegang di bawah tekanan emosional dan fisik Bella. Ini bukan tentang gairah murni, tapi tentang kekuasaan, tentang klaim kepemilikan. Setiap sentuhan Bella. Setiap gerakan yang ia lakukan, adalah upaya untuk mengukir ulang kenyataan, untuk menyatakan bahwa dialah yang utama, diala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD