“Sudah ada kehidupan di dalam sini,” ucap Jelita usai masuk ke dalam mobil. Tangan halusnya mengusap perut ratanya perlahan. Tanpa ia sadari, lelehan bening perlahan meluncur dari sudut matanya. Ekspresi bahagia yang kemudian bercampur dengan kesedihan. Bahagia karena sebentar lagi dia akan menjadi ibu dan sedih karena mungkin saja setelah ini kebersamaannya dengan Laim akan selesai. Diakui atau tidak, Jelita rupanya merasa sangat nyaman berada di dekat kakak angkatnya itu. Walaupun pada awalnya Liam begitu kejam, tapi seiring berjalannya waktu, pria itu ternyata juga penuh dengan kehangatan. Tadi, saat tahu ia akan menjadi seorang ayah, pria itu bahkan terlihat sangat bahagia. Lantas, bagaimana setelah ini? “Pokoknya aku akan tetap bawa Jelita ke rumah,” ucap Liam yang kemudian masuk k

