01r 18/1 Setelah moment Junni mencoba untuk membuka hatinya kembali…. “Sya, aku mengenalmu, mencintaimu, menyayangimu. Bukan sebuah penyesalahan walau kamu sudah membuat aku terlalu sering menangis karena kamu meninggalkanku. Aku minta maaf dan terimakasih Sya. Terimakasih untuk sebuah pelajaran yang menyiksa batinku.” Setitik air mata kembali mengalir di pipi Junni. …. Di tempat lain, Yuuna sedang ditatap dengan semua tanya yang ada dipikiran Indri. “Yuu…? Kamu baikkan?” tanya Indri dengan hati-hati. Yuuna mengedipkan matanya balas menatap Indri yang duduk di depannya. “Cerita sama Kakak, apa yang terjadi padamu?” tanya Indri kembali. Yuuna masih menatap Indri dengan berkedip beberapa kali, mulutnya sedikit terbuka dengan tatapan mata seperti seseorang yang sedang kehilangan seba

