19/2 “Apa tidak meninggal anak gadis orang melihatku seperti ini?” tanya Junni pada dirinya sendiri saat melihat pantulan dirinya di cermin setinggi tegaknya itu. Tanpa disadari dari tadi Nenek Maria memperhatikan Junni yang sedang bersiap dari ambang pintu kamar Junni. “Percaya diri sekali,” cibir sang nenek, membuat Junni terkejut dan langsung memutar tubuhnya melihat sang nenek sedang menatapnya dengan tatapan mengejek. “Aku-kan memang tampan Nek, jadi wajar jika aku memuji diri sendiri dari pada menunggu Nenek yang memujiku, karena itu sungguh sangat langka,” balas Junni mencibir sang nenek. Raut wajah Junni sungguh dibuat memelas olehnya, menyampaikan kemirisan hidupnya yang sangat jarang dipuji oleh neneknya sendiri, mereka berdua malah seperti kucing dan tikus sulit akur tapi sa

