1 November 1888 Kepingan salju pertama baru saja turun dan mendarat di salah satu daun pohon ek. Lalu di susul oleh butiran-butiran salju lainnya yang mulai berjatuhan ke tanah dan nyaris memenuhi nya dengan warna putih. Salju turun pada awal November, lebih awal daripada tahun-tahun sebelumnya. Di bagian timur, segaris tipis horizon terlihat menandakan cahaya mentari akan segera menampakkan diri dengan warna eksotisnya. Angin dingin pagi itu menelusup masuk melalui celah jendela yang nyaris rusak. Membangunkan sosok kurus kecil yang sedang bergelung di balik selimut tipisnya. Sosok kurus itu menggeliat seraya mengerjapkan matanya. Kamarnya terlihat agak gelap karena cahaya yang masuk hanya dari bagian celah jendela yang sedikit berlubang tadi dan juga sangat dingin. Tidak ada perapian

