“Selamat pagi,” sapa Nathan saat Rachel muncul di ruang makan dengan wajah yang lebih segar. “Gimana tidurmu?” Rachel menganggukkan kepalanya. “Ya, aku bisa tidur dengan baik,” jawab Rachel tersenyum. “Duduklah. Aku sudah buatkan sarapan untuk kita berdua,” ujar Nathan yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Rachel dan mengambil duduk di meja makan, bersama dengan Nathan. Nathan menyodorkan sepiring roti panggang dan telur orak-arik ke hadapan Rachel, lalu menuangkan segelas jus jeruk untuknya. "Aku nggak tahu kamu sedang ingin sarapan apa pagi ini, jadi aku buat yang simpel aja," ujar Nathan dengan senyum kecil. Rachel menatap piringnya, lalu beralih menatap Nathan yang sudah mulai menyantap sarapannya. Perhatian kecil ini, cara Nathan selalu memastikan dirinya baik-baik saja, memb

