Dua belas tahun kemudian … Diandra menatap wajah Keysa, tergambar wajah Al di sana, kulit putih bak pualan, hidung yang tegak berdiri dengan mata indah mengerjab berulang, mengatakan sudah mantap berkuliah di Jakarta, alasannya hanya satu, ingin dekat dengan Saga, yang masih menjalani masa tahanannya beberapa tahun lagi. “Gini Key, di sini, di Malang nggak kurang perguruan tinggi keren, kenapa juga harus berkuliah di tempat lain,” ujar Diandra yang menoleh pada Al berharap Al juga menahan langkah Keysa agar tak melanjutkan keinginannya. Al hanya mengangkat bahu, bukan tidak peduli tapi ia tahu keinginan Keysa tidak dapat lagi ditawar, sejak awal masuk SMA dia sudah mengatakan itu dan Al tidak kaget. “Kok mama masih nanya sih, Key tahu itu, tapi Key pengen deket om Saga, lagian nenek kan
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


