Biru Jena

1184 Words

Semua sudah tertata dan terkoordinir dengan baik. Barang-barang bawaan pun sudah ditata rapi oleh Bunda dan Barra. Rashi juga sudah ganti baju, juga sudak disela suster. Namun baby B urung jua diantarkan ke sini. "Aduh, kapan dianter ke sini ya bayinya?" Entah Rashi sudah bertanya berapa kali. "Sabar mbak. Insyaallah sebentar lagi." "Bunda udah lihat dia belum, sih? Beneran dia mirip Barra?" Rashi masih belum terima. "Bunda juga belum lihat mukanya secara detail mbak. Cuman lihat dari jauh di dalam kamar bayi. Tadi dipakekin bedong warna putih. Gerak-gerak lincah gitu." "Ih gemesin deh. Aduh, cuman Rashi doang nih yang belum lihat? Aduh, padahal emaknya. Malah paling terakhir lihatnya." Rashi uring-uringan kembali. Barra yang sedari tadi sudah kenyang dengan kata-kata pedas Rashi, se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD