Another Surprise

1178 Words

"Iya, Rashi, Sayang. Yang tenang. Oleh-oleh buat Barra udah ada kok di mobil, kemarin nyokap ngirim Tokyo Banana buat dia. Kamu nggak perlu khawatir, jangan panik." "Tokyo Banana lagi? Ntar dia pasti baper lagi. Waktu itu aja dia nangis waktu gue kasih Tokyo Banana pemberian Mama." "Ya malah bagus kalau dia baper, itu tandanya dia kangen sama nyokap. Dan bakal gampang buat gue bikin dia segera mau ngobrol sama nyokap." "Iya juga, sih. Tapi Abang lo, tuh, kalo nangis melas banget! Suka bikin nggak tega." Xavier mengangguk. "Gue setuju. Tapi yang penting kita harus bikin dia yakin dulu, sih, sama kontrak kemarin itu. Demi apa juga dia, tuh? Impiannya udah di depan mata, tapi dia malah ragu-ragu." "Yang penting kita harus kompak bikin dia yakin, gimana pun caranya. Ya udah yuk, balik." R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD