Prolog

783 Words
HAPPY READING ~¤~ Princessnya mommy bangun yuk," ucap Anya, mommy Via. "Lima menit lagi, mom. Via masih ngantuk, ini Via lagi jalan jalan sama Doraemon." Anya terkekeh kecil saat mendengar ucapan Via. Dia berkata, "Sekarang kan hari pertama kamu sekolah, sayang." "Ouh, sekolah ya." 5 detik kemudian... "SEKOLAH? ADUHH VIAA LUPA KAN HARI INI VIA SEKOLAHH!" teriak Via, dia tersadar dari tidurnya. Anya tersenyum tipis. "Yaudah, sekarang kamu mandi terus langsung turun sarapan ke bawah," kata Anya. "Okay, mommy!" seru Via sambil memperagakan hormatnya pada Anya. "Yaudah, mommy turun ke bawah dulu ya. Kamu jangan lama-lama ya princess, nanti telat masuk sekolahnya." "Iya, mom," balas Via. Via langsung menuruni ramjang kasurnya dan pergi menuju kamar mandi untuk bersiap. "Aduuhh, kenapa Via jadi pelupa terus? Apa Viaa ketularan virus ya? Eh tapi emang ada virus pelupa?" Monolog Via. ~♡~ "Good morning mom, dad," sapa Via yang baru sampai di ruang makan. "Good morning too princessnya mommy," sahut Anya. "Good morning too tuan putri." Cup! Bram mencium pipi gembul putri kecilnya. "Kesayangan daddy kok cantik banget si," puji Bram. "Mommy, Via langsung berangkat aja ya. Nanti kalo Via terlambat gimana, kan sekarang pertama Via masuk sekolah." "Yaudah, ini mommy udah siapin bekel buat kamu. Tapi ini susunya kamu minum dulu," ujar Anya, dia memberikan bekal makanan pada Via. "Okay, mommy. Makasih mommy!" "Sama sama, sayang," ucap Anya. "Yaudah, aku berangkat dulu ya! Dadah mommy, dadah daddy. Love you!" seru Via. Dia melambaikan tangannya pada Anya dan Bram, lalu pergi melangkahkan kakinya keluar dari rumah. Anya dan Bram tersenyum sambil membalas lambaian tangannya pada putri tersayangnya. "Mas, putri kita akan baik-baik aja kan?" tanya Anya cemas. "Kamu tenang aja, sayang. Aku udah minta si abang jagain putri kita," jawab Bram sambil mengelus puncak kepala Anya lembut. ~♡~ "Pak supir, masih lama ya sampai sekolahnya?" tanya Via. Dia duduk di dalam mobil dengan gelisah. "Sedikit lagi sampai, non. Memangnya ada apa, non?" jawab mang Dadang, supir pribadi Via. "Via kebelet pipis, pak supir." Via berucap dengan wajah imutnya. "Mau berhenti dulu aja, non?" "E-em, gausah deh, pak supir. Via pipis di sekolah aja," kata Via. "Baik, non." ###### Sesampainya di sekolah, Via langsung keluar dari dalam mobil dan berterima kasih pada sang supir. Via berlari kecil memasuki koridor sekolahnya dan mengedarkan pandangannya mencari letak keberadaan toilet. "Aduhh, toiletnya di mana ya? Via udah kebelet nih." "Huaaaa, mommy! Via kebelet tapi enggak ketemu-ketemu di mana toiletnya. Padahal kalo di rumah Via tinggal jalan beberapa langkah aja, terus sampe deh di toilet," gerutu Via kesal. Matanya yang terlalu fokus mencari letak keberadaan toilet, sampai tak sadar dia telah menabrak dada bidang seseorang. Dug "Huaaaa, sakit mommy! Ish kenapa si dari tadi semuanya bikin Via kesal aja." "Jalan pakai mata!" ucap Elang, wajahnya menatap Via datar. "Kamu ini aneh ya? Jalan itu pakai kaki bukan pakai mata tau! Kening Via sakit nih," jelas Via. Dia mengelus keningnya yangvterasa sakit. "Minta maaf!" perintah Elang dengan nada suara dinginnya. "Loh, kan kamu yang salah, masa Via si yang minta maaf," protes Via tak terima akan perintah Elang. "Iya dong, masa Via yang salah." "Ulangi ucapan lu," kata Elang sambil menatap Via tajam. "E-eh enggak kok, Via enggak ngomong apa-apa," elak Via gugup. "Kenal siapa gw?" "Enggaklah, kan kita baru ketemu. Kamu kok bego si?" celetuk Via polos. "Oh, berani sama gw?" Elang tersenyum miring. "Berani," celetuk Via, "eh enggak Via enggak berani sama kamu." "Berani? Hm." Elang berjalan mendekati Via, dan menyudutkannya ke tembok. Via menggelengkan kepalanya sambil melangkahkan kakinya mundur. "En-enggak, Via enggak berani sama kamu, ma-maafin Via ya." "Lucu," batin Elang saat melihat wajah Via yang ketakutan saat menatap dirinya. "Udah, Lang, kesian anjir. Mana gemesin lagi anaknya," kata Davian. "Gw setuju sama Davian, kesian tuh cewe Lang. Mana keliatan polos gitu," sahut Nathan. "Hiks, maafin Via. Via janji enggak gitu lagi hiks, Via takut kok sama kamu hiks, suwer deh." "Ck! Cepet pergi." Elang berdecak kecil. Via mendongak menatap Elang ragu-ragu. "Ka-kamu udah maafin Via?" tanya Via. "Hm," gumam Elang berdehem singkat. "Waahhh, makasih ya. Kamu ternyata baik, hehe," ujar Via, matanya berbinar menatap wajah Elang. "Yaudah, Via pergi dulu ya." Via melangkahkan kakinya pergi dari hadapan Elang dan kedua temannya. Via menghentikan langkahnya, membalikkan badannya menatap Elang. "Kamu tau toilet letaknya di mana gak?" tanya Via dengan wajah polos. "Dari sini Lurus aja terus belok kiri," sahut Davian. "Oke, makasih ya. Dadah semuuaaa," ucap Via. Dia melambaikan tangannya sekilas lalu berlari kecil dari hadapan Elang dan kedua temannya. "Anjing, lucu banget tuh anak," kata Davian. Matanya menatap punggung gadis mungil yang menjauh dari mereka. Nathan menatap Elang yang sedang tersenyum sangat tipis dibalik wajah datarnya. "Lang, lu--" "She is mine!" tegas Elang, dia menekan setiap perkataannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD