Hari beranjak semakin sore, padahal siang tadi Elin sudah melalui jalan ini untuk kembali ke rumah. Tapi ia tertangkap basah oleh Mama Iki dalam perjalanan dan dibawa pulang ke rumah Iki bersamanya. Apa memang ini ikatan Elin dan Iki yang mengarahkan mereka pada takdir, karena terlalu banyak kebetulan yang terjadi hingga Elin merasa bosan kini. “Kau cukup turunkan aku di sini saja.” Pinta Elin ketika mobil yang mengantarnya mulai memasuki jalan umum. “Kau yakin? Di sini?” Iki tahu rumah Elin masih jauh dari kata sampai karena tempat ini baru saja keluar dari lingkungan perumahan Iki tinggal. “Lakukan saja seperti apa yang kukatakan.” Elin malas menjelaskan lagi pada Iki entah untuk keberapa kali sudah. Iki menurut saja apa yang Elin katakan. “Jika itu keinginanmu...” Elin bersiap kelu

