Chapter 41

1220 Words

    Rasanya Alexa tidak pernah semarah ini pada jalanan kota Jakarta. Dari kecil, Alexa tahu Jakarta selalu identik dengan yang namanya macet, tapi kali ini, Alexa benar-benar tak sabar. Sebentar-sebentar, Alexa mengklakson. Sebentar kemudian, Alexa memaki tanpa henti. Alexa melirik jam tangannya. Kalau begini terus, dia bisa benar-benar terlambat untuk bertemu dengan Marco.     “Kyaaaaaaaa!!!” teriak Alexa frustasi.     Sambil terus mengklakson, Alexa merogoh tas kerjanya dan mengambil ponselnya. Dengan tergesa, ditekannya nomor Marco. Ketika ponsel Marco terdengar tidak aktif, Alexa semakin frustasi. “Kumohon, Co, jangan pergi dulu. Paling tidak beri aku kesempatan untuk bicara padamu,” gumam Alexa penuh harap.     Alexa menyetir seperti orang kesetanan. Saat jalanan lenggang sedikit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD