Dava meradang ketika orang tuanya mengatakan jika orang tua Airaa membatalkan perjodohan di antara mereka. Awalnya orang tua Dava mengira itu karena kemarahan sesaat saat waktu pertama kali pertemuan antara kedua belah pihak tempo hari, dimana saat itu Dava tak kunjung datang padahal papanya sudah memaksa Dava untuk pulang ke rumah. Pak Wira menatap sengit putranya yang kini dengan se-enaknya pulang ke rumah dan merengek padanya serta sang istri. Dava semakin merengek ketika pak Wira mengatakan pembatalan perjodohan antara putranya dan putri sahabat sekaligus rekan bisnisnya. "Pa, Dava tidak mau di batalkan, pokoknya Dava gak terima. Titik!" ucapnya menolak tegas yang entah sudah ke berapa kalinya. Pak Wira tak ambil pusing, dengan santai ia mengendikkan bahunya acuh. Sesekali hanya di

