19.

613 Words

Airaa terlonjak kaget ketika sepasang tangan kekar memeluk tubuhnya dari belakang. Airaa sudah bisa menebak siapa pelakunya, ini rumah Dava dan hanya mereka berdua yang ada disini. "Kau lagi apa?" tanya Dava menumpukkan dagunya di bahu Airaa, terdengar sesekali pria itu menguap. "Aku lagi main voli Dav." Dava terkekeh mendengar ucapan ketus dan tidak masuk akal yang Airaa lontarkan. "Lepasin Dav, aku lagi masak!" elak Airaa yang lama-lama merasa risih juga. "Heumm, kau masak apa?" "Nasi goreng. Kau tunggulah di meja setelah kau membersihkan diri terlebih dulu." titah Airaa begitu nyinyir. "Mandiin ya?" tawar Dava. Airaa langsung mencubit tangan kekar Dava yang masih setia melingkari perutnya. "Hahaha, aku hanya bercanda Airaa sayang. baiklah, aku mau mandi dulu." Dava mengecup p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD