15.

847 Words

Seharian ini Airaa hanya termenung di ruangannya di butik miliknya, memikirkan bagaimana nasibnya selanjutnya yang di jodohkan dengan Dava. Pria Playboy tidak waras itu, bagi Airaa Dava itu pria tengil yang kurang sehat alias gila. Suara ketukan di pintu membuyarkan segala lamunan Airaa, ia menginterupsi seseorang sih pengetuk pintu untuk masuk. Sita membuka pintu ruangan Airaa dengan sebelah tangan yang memegang nampan. Sita meletakkan gelas yang berisi kopi panas seperti biasa setiap paginya untuk Airaa. "Terima kasih Sita, sayang." ucap Airaa bersikap ceria seperti biasanya. "Sama-sama mbak Airaa." Airaa pun langsung meniup-niup uap panas yang keluar dari kopi itu, kemudian menyesapnya sedikit demi sedikit agar perutnya terasa hangat. "Ada yang mbak butuhkan lagi?" tanya Sita, ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD