33.

832 Words

"Haikal!!!" teriak Airaa nyaring saat melihat sosok yang dulu begitu dekat dengannya kini berdiri di depan pintu ruangannya. Dengan semangat dan mata yang berbinar bahagia Airaa bangkit berdiri, sedikit berlari ke arah Haikal dan langsung memeluk pria itu. Pria yang bernama Haikal itu pun balas memeluk pelukan Airaa, keduanya tersenyum lebar melepas rasa rindu. Airaa melepaskan pelukannya. "Kapan kamu pulang ke sini?" tanya Airaa antusias. "Dua hari yang lalu, dan aku baru bisa menemui hari ini. Oh Airaa, aku sangat merindukanmu." Airaa terkikik mendengarnya. "Ayo masuk," ajak Airaa mempersilakan Haikal masuk ke dalam ruangannya. Airaa dan Haikal memilih duduk di sofa panjang yang ada di ruangan itu, dulu saat Haikal masih menetap tinggal di negara ini, maka Haikal sering bermain ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD