Part 4 (pindah rumah)

662 Words
beberapa minggu kemudian , abang tiri no 2 mencoba ingin membebaskan bapak dengan menggunakan uang nya karena memang dia banyak uang dari profesi nya sebagai seorang pelayar Walaupun bukan disekolahkan dari bapak tetapi saat dia kecil mama sering cerita dia takut sama bapak kalau soal uang pasti lari nya ke mama . semua kakak beradik kalau masalah uang minta nya ke mama . lanjut tadi abang tiri no 2 tidak bisa membebaskan dikarena kan semua kejadian perkara jelas karena ini kasus yang kedua kali nya yang diulangi oleh bapak dan saksi orang lain dan anak sendiri . alhasil perkara masa tahanan yang hanya bisa berkurang menjadi 1 tahun dari 5 tahun awal penetapan masa tahanan . ayo nak .... (panggil mama ke kami berdua yang mau bergegas keluar dari rumah dengan membawa beberapa pakaian , alat2 sekolah untuk pindah sementara di rumah nenek yang 1 kota dengan rumah kami ini) iya ma (jawab aku sambil menenteng tas) mama mengunci pintu rumah depan dengan gembok yang sangat karena pintu depan seperti pintu toko klontongan geser lipat. kami naik becak , adek di pangkuan mama karna masih kecil. setengah jam kemudian sampai lah kami dirumah nenek . terlihat abang kandung ku habis pulang yang sedang duduk di depan teras rumah nenek. "Assalamualaikum .... (ucap kami serentak) "waalaikum salam " (sahut abang) "waalaikum salam " (sahut nenek dari dalam karena rumah nenek rumah kayu , orang berbisik di samping rumah pun bisa kedengaran) "baru pulang sekolah bang "(tanya ku) "iya dek , masuklah dek, ma , biar aku bawain koper nya ma "(jawab abang) "iya bang ini ..." (menyodorkan tas koper mama yang berisikan pakaian) ini minum air teh hangat (nenek menyugukan kami minuman) iya nek (jawab kami sambil mengangkat segelas air teh hangat dan meminum nya dengan pelan) jadi bagaimana mah ? (nenek memanggil mama dengan sebutan halimah, mah) begitu lah bu , aku memutuskan untuk tinggal sementara di tempat abang saja di jambi (jawab mama yang bakal tinggal bersama abang nya atau paman ku di jambi) iya lah nak kalau begitu , ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk mu nak (ucap nenek) mama mengambil telvon di saku celana "hallo bang , besok saya mau berangkat ke jambi , jam berapa bisa ? ( telvon mama pada abang travel ) "untuk berapa orang bu " ( tanya abang travel) "saya bertiga , saya dan kedua anak saya " ( jawab mama ke abang travel , abang gak ikut karena masih sedikit lagi menyelesaikan sekolah di smk pelayaran nya , sekolah nya selesai baru dia bisa nyusul ) " jam kosong di jam 1 siang bu , mau ? " (ucap abang travel) "oke lah gapapa " (jawab mama menyetujui ) keesokan hari nya tepat pada jam 1 kami di jemput travel . mobil berjalan melewati rumah kami yang kami tinggalkan , banyak kenangan indah di dalam rumah itu , ada rasa sedih dalam hati karena perceraian orang tua , tapi ya mau gimana lagi semua demi kebaikan . 1 hal lagi yang membuat aku salut sama mama , sebelum terjadi pertengkaran dan ribut sama bapak/masih baikan dan sebelum bapak berangkat ke sulawesi juga . mama meminta agar shm rumah itu dibuat atas nama mama agar tidak terbagi dengan anak2 tiri nya karna aku juga tau anak tiri nya serakah soal harta .tetapi tidak bisa karena kalau dijadikan atas nama mama harta tetap terbagi . jadi solusi nya harta di hibah ke anak yaitu atas nama kami bertiga .mama tidak masalah karena anak kandung nya . di setujui lah oleh bapak karena untuk anak nya , bapak juga tau sifat anak nya dari mantan istri nya .lalu di tanda tangani lah oleh bapak saat itu . tetapi saat sidang perceraian saat itu , mama malah di bilang penipu , padahal jelas jelas di saksi kan oleh notaris .dan rumah juga hasil awal dari usaha mama dan bapak . tidak ada sangkut paut dengan mantan istri bapak ataupun anak2 nya dari mantan istri nya . Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD