Malam ini Tyo menata ingatannya tentang apa yang terjadi tadi siang. Ia berbaring di tempat tidurnya yang kecil, kasur yang keras namun spreinya bersih. Memandang langit-langit kamar yang usang. "Aku bisa saja membuat janji bertemu. Tapi aku biarkan Tuhan saja yang mempertemukan. Setidaknya sampai besok, selanjutnya aku akan mulai memainkan peranku sebagai laki-laki yang sedang jatuh cinta." seakan bisa melihat jelas wajah Key di langit-langit sana. Tyo terus membayangi wajah yang telah membuatnya terpesona setengah mati. Ia tak pernah berniat menyingkirkan apa pun tentang Key di ingatannya. Gadis itu telah membuatnya melupakan segalanya. Perasaan yang belum pernah ia punya sebelumnya. Dan tak ingin melepaskan begitu saja. Sementara itu di tempat yang berbeda namun saat yang sama Key

