Avan merapikan rambut Riyanti yang tampak berantakan. "Maafkan aku menarikmu dalam masalah ini," lirih Avan dengan penuh rasa penyesalan. Ia menatap kepada Riyanti yang kini terlihat tampak sangat ketakutan melihat kelakuan Wiwit. Andai saja waktu itu ia tidak mencampur adukkan masalah kantor dan pribadi, tentu saja hal ini tidak akan pernah terjadi. Andai saja hari itu ia mau berdamai dengan keadaan dan tidak menyalahkan Riyanti atas kematian Zahra, tentu saja Ini juga tidak akan pernah terjadi. Dan andai dihari ketika kecelakaan itu terjadi, Avan tidak menimpakannya kepada Riyanti, mungkin saja Wiwit tidak pernah tahu dan kenal dengan Riyanti. Di hari kecelakaan nahas tersebut, Avan begitu frustasi melihat Zahra terlempar keluar dari mobil. Tubuhnya berlumur darah dan tidak berge

