"Lepaskan dia jika masih ingin menghirup udara bebas," ucap seorang pria yang entah di mana kebersamaannya. Membuat Niko terkejut dan memindai seluruh isi kamar tersebut. Namun, ia tidak menemukan siapapun di kamar tersebut. Sehingga ia terpaksa melepaskan Riyanti dan melihat ponsel yang masih menyala. Ponsel tersebut masih tersambung panggilan video, dengan seorang pria. Pria yang tampak duduk santai di sebuah kursi. Pria yang tidak lain adalah Marcel. Yang sedari tadi diam memperhatikan apa yang Niko lakukan. "Ada urusan apa kau denganku dan Riyanti?" Tanpa melepaskan Riyanti Niko menoleh dan menyahuti Marcel yang tengah tersenyum padanya. Senyuman yang mengandung banyak arti. Membuat Niko sadar ia memiliki sederetan rencana untuk menghancurkannya. Marcel mengerlingkan matanya.

