Bab 31

1028 Words

Semenjak kejadian tadi malam, Anne tampak salah tingkah setiap kali melihat Ardan. Bayangan saat mereka nyaris melakukan hubungan terlarang selalu melintas begitu saja. Anne juga masih bisa merasakan hangat dan basahnya bibir Ardan. Membuat pipinya selalu bersemu merah saat ingatan itu datang. "Kamu kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?" tegur Wiwit, saat ia melihat Anne yang tampak tersipu malu memperhatikan Ardan yang tengah merapikan rumput di halaman rumah. Anne menggelengkan kepalanya. "Tidak kenapa-kenapa. Itu hanya perasaan Mama saja, karena terlalu banyak bergaul dengan pria bayaran itu," sindirnya. Melangkah pergi begitu saja tanpa memperdulikan tatapan tajam sang ibu padanya. "Anne!" sergah Wiwit menyusul langkah Anne. Wanita paruh baya itu tampak kesal melihat putrinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD