Bab 21

1511 Words

Riyanti mengerjapkan matanya berkali-kali untuk mengusir rasa lengket dan perih pada matanya. Terbangun dari tidurnya karena rasa lapar, sehingga membuat perutnya begitu perih menuntut untuk diisi. Ia berusaha berusaha meraba disekitar tempatnya dan Avan berbaring. Mencari ponsel atau jam tangan suaminya untuk mencari tahu pukul berapa sekarang. Seingat Riyanti, ia dan Avan tidur sebelum senja menjelang setelah percintaan mereka. Pergerakan demi pergerakan halus yang dilakukan oleh Riyanti membuat Avan terusik dan ikut terbangun dari tidurnya. Saat matanya terbuka ia menangkap pemandangan yang begitu indah terpampang di depan matanya. Apalagi kalau bukan da'da polos Riyanti, yang langsung menjadi santapan pembuka bagi Avan. "Van, jangan bercanda dulu. Ini aku lagi serius," desah Ri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD