Harus Ke Psikolog

1982 Words

Nadia membuka matanya perlahan. Cahaya dari jendela menerobos masuk, membuatnya sedikit menyipit karena silau yang menusuk pandang. Untuk beberapa detik, pikirannya masih kosong—hingga suara seseorang memecah keheningan. “Akhirnya kau sadar juga.” Nada suara itu terdengar lega. Nadia langsung mengenalinya. “…Saka?” gumamnya pelan. Ia mencoba bangun, tapi tubuhnya terasa berat. Sebelum sempat goyah, Saka sudah bergerak cepat menopang punggungnya, membantu Nadia duduk bersandar pada sofa empuk. “Pelan-pelan.” ucap Saka lembut. Nadia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan—ruangan luas dengan interior modern, aroma kayu aromaterapi, rak buku, pajangan penghargaan, dan pemandangan kota dari balik jendela kaca besar. “Kita ada di ruanganku,” jelas Saka sambil menatapnya memastikan kondis

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD