Stadium 3

1001 Words

“Sayang kamu siap kan? mas ada disini kamu tenang ya?" Latif berusaha menenangkan sasa, karena sebentar lagi sasa akan kembali melakukan kemoterapi. sejak tadi sasa hanya diam sambil menatap kakinya, entah apa yang dipikirkan wanita itu tapi hal itu berhasil membuat perasaan Latif menjadi gundah. Latif langsung berjongkok di hadapan sasa yang duduk di atas kursi rodanya, “Kamu ingin sesuatu?" tanya Latif sambil menatap mata sayu itu. Sasa menggeleng, dengan bibir pucatnya dia berusaha tetap tersenyum pada Latif, “Tidak ada mas, aku hanya melihat tubuhku yang tidak lagi indah ini, entah pergi kemana semua berat badanku dulu." "Huh," Latif menarik nafas dalam kemudian bangkit dan merangkul tubuh sasa, “Sebentar lagi kamu akan sembuh sayang, mas janji akan belikan vitamin mahal untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD