Chapter 25

1058 Words

Aristela telah berada di kamar yang telah August tunjukkan padanya, kamar tamu yang begitu luas untuk satu orang dan dilengkapi oleh televisi pula yang membuat Aristela nyaman di sana nantinya. "Bagaimana? Lo suka kamar ini, kan? Kalau enggak gue anter lagi di kamar lain," tanya August dan Aristela menggeleng karena kamar itu sudah lebih dari cukup dan membuatnya sangat suka. "Terima kasih, kamar ini udah cukup banget," jawab Aristela lalu meletakkan kopernya di samping lemari, August masih memerhatikan gadis tersebut yang menggeser resleting koper dan mulai memilah-milah pakaiannya di atas ranjang. "Eum ... nyusunnya nanti aja deh," gumam Aristela ketika risoles dan salad buahnya terlintas dalam pikiran gadis tersebut, Aristela pun menghampiri August lalu menarik tangan pria tersebut u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD