Chapter 22

1496 Words

Di subuh hari Adibal berangkat dan meninggalkan Aristela sendiri di rumah, tapi sebelum itu, sang papah mengatakan bahwa jaga dirimu baik-baik dan jangan merepotkan orang-orang di rumahnya Cahyani, Aristela mendengar semua ucapan sang papah lalu memeluknya dengan erat disertai kalimat agar ayahnya selalu hati-hati agar pulang dengan selamat. "Papah pergi dulu yah, inget pesan Papah, jangan nakal di rumahnya Cahyani, okey?" "Siap, Pah," jawab Aristela sembari hormat ke sang papah yang akhirnya masuk ke mobil dan meninggalkan pekarangan rumah. "Hati-hati," gumam Aristela yang memandang mobil Adibal yang semakin menjauh. Kini dirinya harus memersiapkan diri untuk bersih-bersih karena sekarang sudah setengah enam, lumayan Aristela memanfaatkan waktu tersebut untuk mandi lebih lama agar dapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD