Perlahan, Vanessa melihat punggung Rafael menjauh dari kamarnya. Seketika saja ia membalikkan tubuhnya menghadap jendela kamar. Ini sudah sore dan Vanessa belum tidur siang karena asyik bercinta dengan Rafael sampai dua ronde. Itu melelahkan di tubuhnya, tapi dirinya tidak akan munafik bahwa itu sangat nikmat. Helaan napasnya membuat Vanessa bangkit. Ia menaikkan selimutnya sampai menutupi tubuhnya yang tanpa busana dan berjalan ke kamar mandi. Setelah mengunci pintu kamar mandi, ia berjalan ke arah kaca dan memandangi bayangannya di cermin dengan senyum yang merekah. Sialan, ia mengingat lagi kenikmatan yang didapatnya dari Rafael. Ternyata, pria itu sangat bisa memuaskannya. Vanessa sekali lagi mengembuskan napasnya dan tangannya langsung menurunkan selimutnya sedikit untuk melihat
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


