Bima menatap Melinda yang belum bersedia bicara tepatnya dia belum mampu mengontrol dirinya dari rasa takut. "Minumlah!" Bima menyerahkan botol minum yang memang disediakan di sana. Melinda langsung meraup kasar namun bergetar dan meminum hingga isinya berkurang setengah. "Aku tidak akan memintamu untuk cerita saat ini. Kamu boleh istrira-..." "Aku tidak sengaja. Aku tidak sengaja mendorongnya." Suara Melinda terdengar berat juga tercekat. Tangannya yang memegang botol gemetar. Sehingga Bima berinisiatif menghubungi Kala karena dia merasa sang direktur operasional itu harus tahu. Sementara di ruang rapat. "Pak, Pak Bima telepon," bisik Vanilla. Saat rapat, Vanilla lah yang akan memegang gadget milik Kala ketika rapat digelar. Kala mengisyaratkan supaya Vanilla mengangkatnya.

