18

1207 Words

Dengan langkah kaki pelan dan suara sol sandal terhentak di atas lantai membuat kesunyian menjadi moment yang mendebarkan. Dea tersenyum kepada mertuanya. Polesan make up tipis, berlipstik pink natural, dengan dress selutut bermotif mawar menambah keanggunannya sebagai wanita. Rita menatap menantunya dengan sangat puas. “Mama, Papa,” sapa Dea yang langsung memeluk kedua orang tersebut. “Astaga, menantuku selalu tampil cantik begini. Apa kabar Sayang?” puji Kusuma. “Baik Pa. Kabar papa bagaimana?” “Sama baiknya.” Lelaki itu mengelus lengan menantunya dengan lembut. “Sudah lama di sini?” “Em tidak, kami baru saja sampai. Iya kan Ma?” jawab Kusuma yang mencari dukungan pada istrinya. “Iya Sayang, kami baru saja sampai disini beberapa menit lalu,” sahut Rita. Dea memperhatikan semua ora

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD