48

1103 Words

Toni yang baru sampai langsung masuk ke dalam rumah mencari keberadaan majikannya. Dadanya berdegup kencang seiring langkah kaki. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, tak ada tanda-tanda keberadaan orang. “Di mana Madam?” tanyanya. “Mobil Mr.Aiden ada di depan, tapi kenapa rumah sangat sepi.” Akhirnya Toni memutuskan untuk ke kamar Dea. Ia memilih naik lift. Tubuh Asih tengah gemetar, ia mengamati gerak-gerik Aiden. Perasaan takut menggerogoti hatinya. Bahkan tanpa sadar ia memilin jari-jarinya dengan kuat. Helaan kasar terdengar dari lelaki itu. Ini membuat Asih menenggak salivanya kuat. “Mr...” panggilnya pelan. Tapi Aiden tak menggubris, justru dia masuk ke dalam kamar meninggalkan kepala pelayan berdiri kebingungan serta takut. Selaras dengan pergerakan Aiden menjauh, pintu lift terbu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD