52

1078 Words

Asih yang ada di belakang kedua majikannya, menghela nafas menatap mereka dengan nanar. "Adem sekali melihat Tuan dan Madam seperti ini, biasanya mereka bersiteru panjang. Tapi, kali ini mereka layaknya suami istri. Interaksi mereka terlalu dingin untuk disebut suami istri, hari ini aku bisa merasakan kehangatan di antara mereka." Asih tersenyum-senyum sendiri. Ia yang setiap hari mengamati interaksi kedua orang tersebut cukup takjub dengan pemandangan malam ini. Aiden masih menatap istrinya dengan sendu, terlihat alis Dea yang mengkerut. "Sepertinya sedang mimpi buruk," batinnya, lalu mengelus-elus dahi wanita itu dengan lembut. Setelah ekspresi Dea nampak tenang, ia segera membuka handphonenya. Terdapat satu pesan dari Triyo, dilihat jam diding menunjukkan pukul 21.38 WIB. "Aku aka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD