86. Cerita Jimin

1631 Words

Sempat terjeda karena harus makan malam, Jimin dan Naira memulai pergulatan panas mereka kembali setelah penghuni rumah sudah terlelap. Saat membuka pintu yang tak terkunci, Jimin menemukan Naira sedang duduk di tepian ranjang sambil menyusui buah hatinya. "Apa setiap tengah malam kau akan terjaga untuk menyusuinya?" tanya Jimin seraya mendudukkan dirinya sisi sang istri. Tangannya mengusap rambut sang buah hati yang sudah terlelap tapi masih menyesap payu*dara ibunya dengan rakus. "Bayi memang seperti itu. Dia akan selalu terjaga dan meminta jatah minumnya." "Minumnya kuat sekali pantas Jaedan gembil." Naira tersenyum. "Kurasa dia sepertimu. Jika sudah dikasi minum, tak pernah puas." "Mulai menggodaku, huh?" "Menurutmu apa, Tuan m***m?" Itulah percakapan yang tercipta di antara me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD