Part 38 Hampir Ketahuan

1626 Words

Sinar mentari perlahan menyapa lewat jendela yang terbuka. Sepoi angin membuat gorden menari diiringi kicau burung yang saling bersahutan. Suara nyanyian alam di pagi itu nyatanya tak mampu membangunkan sepasang insan yang tidur terlelap di balik selimut. Naira menyusupkan kepala di d**a suaminya. Jimin pun tak mau kalah mengeratkan pelukannya sambil mengusap punggung sang istri yang tak berbalut busana. "Jim ...," gumam Naira. "Hmm ...." "Bangun, dong, cepat ke kamarmu." Suara Naira terdengar serak. "Bagaiamana kalau ibu dan Tony tahu." "Biarkan saja. Waktu itu juga ibu tahu." Mengangkat wajah, Naira menatap sang suami penuh tanya. Jimin tersenyum, mencium bibir wanita itu sekilas. "Ibu tahu kita tidur di sofa. Beliau akan ke pasar saat melihat kita berpelukan. Untung kita tak melak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD