Part 46 Jebakan

1629 Words

Pria itu masih menunggu istrinya terlelap. Bukan tak ingin ketahuan pergi dari rumah, sebab Naira sudah mengizinkannya untuk pergi. Hanya saja karena ia bilang mungkin malam ini ia tak akan pulang, jadi ia ingin pergi setelah sang istri terlelap. Toh, Naira juga sangat kelelahan, jadi hari belum telalu malam wanita itu sudah beranjak ke kamar ingin tenggelam di alam mimpi. Jimin pun mengambil mantel juga masker untuk menutupi wajahnya dan berderap keluar dari rumahnya. Ia memutuskan untuk tak memakai supir dan menyetir sendiri. Mobil melaju perlahan meninggalkan mansion yang seperti istana itu. Sesaat setelah itu, Naira membuka mata. "Jimin, kuharap kau tak benar-benar pergi ke tempat itu," gumamnya berharap kalau pikirannya dan praduganya salah. Juga berharap kalau Braile hanya membual t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD