Justin terkekeh. "Kamu mau itu kan, Fani?" tanya Justin. Fani mendorong tubuh Justin yang saat ini berada di atasnya, tapi tiba-tiba tangan pria itu menarik rambut dia hingga suara teriakan menggema di kamar itu. "Kamu mau ke mana?" tanya Justin membanting tubuh Fani ke atas ranjang lagi. Justin mengecup bibir Fani dengan rakus dan dibalas Fani tidak kalah rakus juga. Justin menggeram dan langsung mendorong perempuan itu hingga terlentang di atas ranjang. "Wow, bagus juga tubuhnya," gumam Fani menatap Justin yang membuka pakaiannya hingga menampilkan otot-ototnya. Fani meneguk salivanya berkali-kali menatap otot-otot yang begitu menggiurkan, apalagi saat melihat tato Justin. "Ayo aku mau kamu," rengek Fani. Justin berbuat hal yang tidak seharusnya dia lakukan ke Fani, tapi untung sa

