Tamara dan Tina yang berada di kampus pergi ke kantin setelah jam istirahat tiba. Sepanjang perjalanan menuju kantin, semua orang terus mengejek Tamara. "Idih, gadis murahan yang sudah membuat Max masuk penjara," kata Calista. "Udah anak pungut terus bikin onar pula," ejek Lala. "Kamu tidak perlu mendengarkan mereka," kata Tina. Tamara merasa ada getaran di ponselnya melihat pesan yang masuk merasa sangat sedih. Dia melihat ada berita soal Max yang bisa menjadi tahanan luar, sedangkan Fani sidangnya ditunda dan justru mendapatkan simpati dari orang banyak orang. "Kenapa begini mulu? Fani terus saja mendapatkan pembelaan dari grandma dan grandpa," kata Tamara. "Udah, enggak usah dipikirin," tegur Tina. "Aku cuma takut si gila Fani berbuat aneh-aneh lagi," kata Tamara. "Enggak akan.

