Fani melihat Justin sudah pergi bersama keluarganya marah-marah pada Alex. "Papa, kenapa Justin bisa secepat itu tahu tentang rencana penculikkan itu?!" teriak Fani kesal. "Hei, sudah bagus Papa bantu. Kamu memang kurang ajar," balas Alex. Alex yang kesal menghubungi anak buahnya lalu menyuruh mereka untuk membawa Tamara pergi ke tempat jauh setelah telepon itu diangkat. *** Di gudang tempat Tamara disekap, Tamara mengambil sebuah pisau yang ada di atas meja. Perlahan dia menggosok pisau itu ke tali hingga tali itu terlepas. "Akhirnya terlepas," gumam Tamara. Tamara tak lupa memotong tali yang ada di kakinya lalu membuka penutup mulutnya. Setelah itu, dia berjalan dengan pelan menuju pintu. Samar-samar dia mendengar suara penculik itu marah sama seseorang. "Gila ya, baru juga kita

