Bab 28

1208 Words

Zidan tiba di rumah saat sore. Hari ini tidak banyak kerjaan di perusahaan sehingga ia bisa pulang lebih cepat. Ting! Ting! Ceklek! Ketika Zidan masuk, ia bisa melihat Reva dan Riri sedang sibuk menggeledah ruang tamu. “Kalian lagi ngapain?” tanya Zidan. “Lagi nyari hardiskmu lah,” jawab Reva yang tampak ngos-ngosan, dadanya naik turun, keringat tampak mengalir dari dahinya menetes hingga ke lehernya. “Belum ketemu juga?” “Belum.” “Saya benar-benar tidak tahu Tuan, Non. Seingat saya, saya simpan hardisknya di laci meja nakas di kamar Tuan, tidak ada saya pindahkan lagi setelah itu,” ungkap Riri, Reva melirik Riri tidak percaya ketika ART itu menjelaskan pada Zidan dengan wajah memelas. Bagaimana bisa Riri berkata seperti itu sementara Reva sama sekali tidak menyentuh hardisk i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD