Bab 9

1371 Words

“Tumben belum berangkat, Om? biasanya juga cepat,” celetuk Reva yang terus memandang Zidan sampai duduk di kursi yang berhadapan dengannya. Zidan mendongak menatap Reva datar. “Kamu nggak lihat aku masih makan?” “Wes santai dong Om, nanya doang padahal,” ucap Reva seraya menyendokkan nasi goreng ke atas piringnya. Zidan hanya diam. Setelah menyendokkan nasi, Reva kembali menatap orang di hadapannya. “Ehem!” Reva berdehem sekali namun Zidan tak terganggu sama sekali. “Hmm semalam siapa ya yang ngasih lampu hias ke aku?” sambung Reva kembali berbicara dengan pandangan mata yang melirik ke arah lain seolah berbicara pada angin. Zidan kembali menatap Reva. Reva ikut melirik Zidan. “Kamu lagi ngomong sama siapa?” Reva menghela napas kesal. “Ya, sama kamu lah Om. Memangnya di ruang makan in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD