Bab 12

1110 Words

“Kevin,” ucap Reva ketika melihat orang itu. Kevin, pria itu mengangkat sudut bibirnya sedikit. “Aku terharu ternyata kamu masih mengingatku. Aku pikir kamu sudah melupakanku, Reva.” Ia melangkah mendekati Reva. “Hm, aku rasa kamu nggak banyak berubah jadi aku masih mengenalimu,” jawab Reva seadanya. Sebenarnya ia tidak terlalu akrab dengan salah satu teman SMP-nya itu tapi namanya bertemu teman lama, tidak mungkin ia bersikap pura-pura tidak kenal. “Oh iya, aku udah denger kabar kalau kamu udah menikah dengan seorang CEO terkenal dari perusahaan manufaktur ternama. Benar 'kan?” Reva mengalihkan pandangannya ketika Kevin menatapnya intens. “Hm, iya. Aku di jodohin. Jadi, mau tidak mau, aku harus nikah,” jawabnya tanpa menatap sang lawan bicara. “Ohh begitu ya. Tapi enak dong jadi istr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD