Bab 56

2465 Words

Ancaman itu dilayangkan bukan tanpa alasan. Jika saja ayah dan ibunya masih hidup, ia tidak akan pernah sudi menginjakkan kaki di mansion terkutuk ini, apalagi berdebat kusir mengenai urusan korporasi. Sayangnya, takdir berkata lain. Kedua orang tuanya meninggal secara tragis dalam kecelakaan ganjil belasan tahun lalu, tepat di saat ia masih menjadi remaja yang sangat membutuhkan kehadiran keduanya. Thomas menatap cucunya dengan pandangan mengeras. “Jadi maksudmu, aku harus mengalah pada ego kekanakanmu itu? Ingat, Samudra, kau adalah penerus utamaku. Jadi jangan harap aku akan menurut pada semua penolakanmu. Lakukan pertunangan itu dengan Clarissa, jika kau masih ingin Yayasan Pendidikan Hadiningrat tetap berada di bawah kendalimu.” Deg. Mendengar frasa terakhir itu, Samudra seketika m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD