Bab 62

2212 Words

“Ra … are you okay?” Suara bariton Vino yang pecah di antara keriuhan festival terdengar seperti ketukan canggung di atas kaca yang retak. Maura tidak langsung berbalik. Ia membiarkan jemarinya yang membeku di dalam saku kain yukata-nya meremas selembar kertas pembungkus obat kosong yang sengaja ia simpan sejak dari Kyoto. Ketika ia akhirnya memutar tubuh, seulas lengkung tipis dipaksakan terbit di bibirnya yang pias—sebuah topeng yang begitu rapuh hingga kerutan di sudut matanya justru mengkhianati seluruh kebohongan itu. “Ya. Aku baik-baik aja kok, Vin. Udara sore ini cuma sedikit lebih menusuk dari kemarin.” Vino bergeming, sepasang matanya menyipit, mengunci lamat-lamat rona abu-abu yang menggelayuti kelopak mata Maura. Dalam kepala Vino, sanggahan itu adalah omong kosong terbesar p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD