Bab 74

3583 Words

Deg! Deg! Deg! Di balik dinding dadanya yang ringkih, Maura merasakan ada tumbukan yang teramat keras, sebuah analogi kejam dari ombak raksasa yang menghantam karang hingga hancur berkeping-keping. Ketegangan di dalam kubus kafe industrial itu mendadak memadat, bergeser menjadi atmosfer mencekik yang membuat siapa pun yang bernapas di dalamnya didera rasa sesak yang luar biasa. Belum sempat Maura menetralisir rasa pening akibat intimidasi Clarissa, tubuh mungilnya sudah dihentak secara konstan oleh satu tarikan kuat dari lengan kekar Samudra. Pria itu menariknya secara sepihak, memosisikan tubuh ringkih Maura tersembunyi sepenuhnya di balik punggung kokohnya yang lebar, bertindak sebagai tameng absolut yang memutus interaksi verbal Clarissa. “Pak ... Pak Samudra?” cicit Maura lirih, nya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD