Maura masih saja merasakan pening yang berdenyut konstan di pangkal kepalanya akibat hidung yang tersumbat parah. Sesekali, ia menarik selembar tisu dari tasnya untuk menutup hidung, menahan agar cairan bening tidak meluncur turun begitu saja dan mengacaukan catatannya. "Hacih!" Suara bersin Maura yang tertahan rupanya memantik kekehan kecil dari Vino yang duduk di barisan kursi sebelah, begitu juga dengan Sisilia yang berada tepat di sampingnya. Sembari jemarinya sibuk mengetik penjelasan dosen di depan kelas, Sisilia mencondongkan tubuh, berbisik menggoda. "Jangan menularkan virus flumu ke aku ya, Ra." Maura hanya bisa mencebik jengah dengan wajah kuyu. "Kepalaku pusing sekali, Sil. Rasanya berputar. Kayaknya aku akan izin untuk kelas berikutnya aja." "Oke, aman. Mau titip absen?" t

