Bab 91

2706 Words

Tiga puluh menit kemudian, ketiganya sudah mengambil posisi duduk di salah satu sudut meja yang lowong di dalam sebuah kedai makan sederhana berpendingin ruangan dekat area apartemen. Maura duduk berhadapan langsung dengan Vino dan Sisilia, diam seribu bahasa sembari menatap kosong ke arah permukaan meja marmer yang kusam. Sementara itu, Sisilia tampak menyedot cairan es kopi kekinian di dalam gelas plastiknya dengan rakus, meluapkan sisa hawa panas yang membakar ulu hatinya sejak sore. Setelah Maura bersusah payah merangkai kalimat yang harus dia lontarkan, menceritakan awal bagaimana dirinya terjebak ke dalam kontrak transaksi biologis bersama Samudra Reynand Hadiningrat demi biaya medis Raka, hingga teror administratif yang diluncurkan oleh Thomas Hadiningrat dari balik layar birokrasi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD