Bab 103

4406 Words

“Maura! Akhirnya kamu ke kampus juga!” Sisilia berseru nyaring, memutus lamunan Maura. Gadis berambut sebahu itu langsung berlari menghampiri, menyambut sukacita kedatangan Maura yang sudah berdiri di dekat mading jurusan. Wajah Sisilia memancarkan kelegaan yang begitu besar, seolah-olah dia baru saja melihat seseorang yang berhasil lolos dari sanderaan. Langkah kaki Maura terasa begitu canggung saat pertama kali menyentuh ubin koridor gedung Fakultas Teknik. Setelah berhari-hari terkurung di dalam apartemen lantai tiga puluh, aroma kertas, deru hembusan angin dari kipas di langit-langit, dan hiruk-pikuk suara mahasiswa yang saling bersahutan terasa seperti dunia asing yang baru saja dia masuki kembali. Kehadirannya di kampus hari ini pun bukan tanpa perjuangan, Samudra akhirnya melongga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD