SEPULUH

1236 Words
            Seorang perempuan cantik dengan rambut panjang yang terurai sebahunya berdiri menatap dirinya di depan kaca. Jantungnya berdebar dengan sangat kencang. Ia menarik nafasnya panjang berusaha untuk menenangkan dirinya yang sedang merasa gugup.             Bagaimana tidak, saat ini perempuan yang biasa di panggil Jasmine itu sudah menginjak tingkat sekolah menengah atas, ditambah lagi ia berhasil masuk ke sekolah idamannya yaitu SMA Negeri 2.             “Jasmine, ayok makan nak,” ujar seorang perempuan yang sedang meletakkan semangkuk besar ayam goreng sambal ijo di atas meja makan mereka.             Sekali lagi Jasmine menghembuskan nafasnya dan menatap pantulan dirinya di kaca.             “Kamu pasti bisa Min, ya kali cewek ter populer di SMP gak bisa naklukin masa SMA nya? Gila aja,” ucapnya lalu terkekeh pelan.             Jasmine beranjak membuka pintu kamarnya lalu berjalan menuju ruang makan, aroma semerbak yang keluar dari masakan ibunya memang tidak pernah gagal membuat perutnya menjerit kelaparan.             “Enak banget nih bu nampaknya,”             “Iya dong! Masakan ibu kan memang yang terbaik,”             Amira menatap penampilan anak nya yang saat ini ternyata telah beranjak dewasa, rasanya seperti baru kemarin Amira menggendong anak perempuannya ini untuk menenangkan tangisannya. Tapi sekarang Jasmine sudah menginjak bangku SMA saja.             “Anak ibu udah besar ternyata,”             “Hehehe iya dong bu, masa kecil mulu,”             “Selamat pagi ibu,” ucap Putih yang baru saja keluar dari kamarnya dengan seragam putih biru miliknya.             Jasmine menatap Putih sekilas lalu segera duduk di bangku miliknya.             Selama hidupnya Jasmine terkenal sebagai perempuan populer dengan paras cantik dan suara yang sanget merdu ketika bernyanyi, namun ternyata sifatnya yang di sukai oleh banyak orang itu tidak dimiliki oleh adik perempuannya.             Putih terkenal sebagai anak yang pendiam dan kerap menjadi bahan bullyan di sekolahnya dulu. Hal itu membuat Jasmine malu, kenapa dia harus punya adik dengan sifat yang berbanding terbalik dengan dirinya.             Selain di rumah, tidak ada yang tau bahwa Putih adalah adik kandung Jasmine, bahkan perempuan itu pernah ikut membully adiknya demi menutupi hubungan darah yang terikat di antara mereka.             Putih menatap Jasmine cukup lama, namun ketika mata mereka bertemu Putih tiba tiba tidak tau harus mengatakan apa, ia hanya bisa tersenyum berharap kakaknya itu bisa membalas senyuman yang ia berikan.             Namun ternyata harapan Putih salah, Jasmine malah memandang nya tajam seolah dirinya itu adalah musuh besarnya.             “Kakak cantik ya dek pake seragam SMA,”             “Apa bu?” tanya Putih lagi memastikan perkataan ibunya tadi.             “Ibu bilang, kakak cantik ya pakai seragam SMA,”             “Heheh  iya bu, cantik,”             “Ibu bangga loh nak, kamu bisa lolos masuk SMA Negeri 2, ibu yakin, kamu pasti akan jadi bintang selama ada disana,”             “Heheh, iya dong bu!” balas Jasmine sambil meletakkan sepotong paha ayam kesukaannya ke atas piring.             “Tapi ibu jangan bantuin Jasmine ya, Jasmine gak mau loh kalau nanti ada yang bilang Jasmine bisa lolos di SMA Negeri 2 karena ibu ngajar disana,”             “Hahaha, kok kamu jadi mikir gitu sih nak, memangnya kenapa kalau anak guru?”             “Lagi pula kamu itu gak perlu dengerin kata kata orang lain, kamu kan lolos ke SMA Negeri 2 karena kamu memang pintar dan berbakat, justru SMA Negeri 2 yang seharusnya bangga punya bintang baru di sekolahnya,”             “Hahaha ibu kalau udah muji memang paling jago deh!”             “Ibu benar kan? Liat tuh lemari sekolah kamu dulu, pasti banyak banget kan dari hasil lomba yang kamu ikutin?”             “Iya sih bu, tapi kan dunia SMA itu beda, mana banyak lagi orang orang dari luar kota yang bela belain anaknya pergi jauh dari keluarga cuma demi sekolah di SMA Negeri 2,”             “Pasti di antara mereka ada yang suaranya lebih bagus dari pada Jasmine,”             “Yang penting bagi ibu, suara Jasmine yang paling bagus,”             “Hahaha tapi—“             “Kenapa sih yang di omongin dari tadi itu kak Jasmine mulu? Putih ada disini loh bu? Ibu gak mau tau tentang kehidupan Putih di sekolah?” ujar Putih kesal.             Sebenarnya dari dalam lubuk hatinya Putih merasa iri dengan segala kelebihan yang Jasmine miliki, ia juga ingin terkenal seperti kakak nya itu, ia penasaran bagaimana rasanya memiliki teman yang banyak dan orang orang yang mencintainya.             Kenapa hidup berpihak sangat tidak adil baginya? Kenapa semua orang yang ia temuin selalu tidak peduli bahkan berlaku kasar padanya?             Memangnya apa kesalahan  yang sudah Putih perbuat pada mereka?             Sedari dulu Putih sudah berusaha untuk tetap berlaku baik bahkan dengan orang orang yang sudah jahat dengannya, tapi tidak ada satupun yang menghargai kebaikan yang telah ia lakukan.             Semua orang hanya senang berada di dekat Putih saat mereka ingin mengolok olok segala kekurangan yang ia miliki.             Apa sebenarnya ia terlahir hanya untuk sebagai bahan bullyan bagi teman temannya?             Bahkan orang orang tersebut tidak pantas di sebut ‘teman’ tapi Putih masih saja menganggap mereka seperti itu.             “Maafin ibu ya nak,” ujar Amira merasa bersalah, dirinya mengerti maksud perkataan anak bungsunya barusan, selama ini Amira memang selalu saja memuji segala prestasi yang di raih oleh Jasmine, dia sangat jarang bahkan tidak pernah sekalipun menanyakan ke Putih apa bakat yang anaknya itu miliki.             Tidak terpungkiri lagi, kejadian menyedihkan yang di alaminya dulu membuat Amira memang lebih menyayangi Jasmine di bandingkan dengan Putih.             Amira menarik nafasnya panjang lalu bertekad dari dalam hati untuk lebih memperhatikan anaknya yang satu ini, dosa yang ia perbuat dulu bukanlah tanggung jawab dari Putih. Ia tidak salah apa apa, tidak seharus nya ia memperlakukan Putih berbeda dengan Jasmine. Mereka berdua sama sama anak yang di kandung dan di lahirkan oleh Amira sendiri.             “Apa sih? Kok lo jadi marah marahin ibu kaya gitu?” ujar Jasmine tidak senang.             “Emang nya lo udah ngeraih apa aja? Juara kelas enggak, lomba juga enggak pernah, lo itu taunya cuma buat malu sama buat susah!” sahut Jasmine murka.             “Jasmine!” tegur Amira terkejut saat mendengar ucapan putri sulungnya yang pasti sangat menyakiti hati putrinya.             “Kenapa sih gue harus punya adik kaya lo?! Kalau tau lo cuma jadi beban hidup kaya gini, bagusan gue gak usah punya adek sekalian!” ucap Jasmine lagi.             Amira hanya mampu terdiam dan menundukkan kepalanya, ia tau perlakuan kasar yang dilakukan Jasmine tidak boleh di benarkan, namun entah kenapa hati nya tidak tega untuk memarahi anak kesayangan nya itu.             Tiba tiba sebuah suara klakson mobil terdengar dari arah luar, sontak seluruh mata tertuju pada pintu masuk yang menampilkan sebuah mobil sedan terparkir disana.             “Saleh!” sahut Jasmine bahagia.             Raut wajahnya yang awalnya tegang karena emosi kini berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sangat ceria.             “Bu, Jasmine berangkat dulu ya ibu, semalam Saleh janji mau antarin Jasmine ke sekolah baru Jasmine pake mobil barunya,”             “Eh siapa yang bawa? Saleh kan masih kecil?”             “Supirnya kok bu, tenang,”             “Oh gitu, ya sudah kamu hati hati ya nak,”             “Iya ibu!”             Selain iri dengan kemampuan dan bakat kakaknya, Putih juga iri karena Jasmine dapat memiliki hati Saleh. Satu satunya laki laki yang Putih sukai di sekolahnya.             Usia mereka hanya terpaut satu tahun, Saleh berusia lebih tua satu tahun di bandingkan dengan Putih sedangkan berusia satu tahun lebih muda di bandingkan dengan Jasmine.             Dari segi usia saja, Saleh lebih baik pacaran dengan Putih yang notabene lebih muda darinya. Tapi lagi lagi Jasmine dapat memiliki semuanya.             Memikirkan hal itu ternyata membuat Putih semakin jengkel.             Mulai dari hari itu Putih bertekad akan merebut semua milik Jasmine demi kebahagiaannya.             Bagaimana pun caranya!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD