Di perjalanan menuju pantry tanpa sengaja suster tersebut berpapasan dengan Shella, ia melihat dokter cantik itu tampak murung, suster tersebut menganggap mungkin karena masih sedih memikir kan mendiang adik satu – satu nya Shella yang kini sudah tiada. “Selamat malam dok,” sapa suster tersebut sambil menyungging kan senyuman tipis di bibir nya. Sesaat, wajah murung yang tadi Shella perlihat kan, berubah menjadi sangat lembut dan cantik dengan lengungan di bibir Shella, “Iya, malam,” balas nya sambil mengangguk kan kepala sedikit. Sejak awal bekerja di rumah sakit ini, suster muda tersebut selalu terkagum kagum dengan profesionalitas dan sikap Shella jika berhadapan dengan pasien. Di banding kan dengan dokter – dokter yang lain, Shella memiliki dedikasi yang lebih besar terhadap pekerja

